selamat datang

... Selamat Datang di website (unofficial) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumba Barat Daya ... Tetap Kerja & Tetap Berkarya - Bersama Kita Bisa ... - ... Maju, Mandiri, Modern - untuk meningkatkan mutu dan produksi ternak ... TERNAK BERIDENTITAS, TERNAK BERKUALITAS ... Terus Melaju untuk Indonesia Maju ... DIRGAHAYU KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA KE 17 LODA WEE MARINGI PADA WEE MALALA ...

Kamis, 01 Oktober 2020

DisNakKeswan mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 di Kabupaten Sumba Barat Daya

Pemda Kabupaten Sumba Barat Daya melaksanakan  Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Kantor Bupati SBD, Kamis (1/10/2020).

Upacara yang dipimpin oleh Bupati SBD,   Kornelius Kodi Mete yang bertindak sebagai Pembina Upacara ini dihadiri juga oleh Wakil Ketua DPRD Kab.SBD, Wakil Bupati, Plt.Sekda, dan Pimpinan OPD Kab.SBD. 

Tema Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 adalah "Indonesia Berlandaskan Pancasila” 

Dalam upacara tersebut, Bupati SBD membacakan sambutan, selain itu ada  pembacaan sebuah ikrar yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Kab.SBD, Samsi Pua Golo, S.T  di hadapan seluruh peserta upacara.


Berikut isi lengkap IKRAR yang dibacakan Wakil Ketua DPRD Kab.SBD:

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:

bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;

bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara;

bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;

maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Jakarta, 1 Oktober 2020

Atas Nama Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI,

Dr. (H.C.) Hj. Puan Maharani 








Kamis, 24 September 2020

PERINGATAN, ANCAMAN RABIES (PENYAKIT ANJING GILA) UNTUK SUMBA

DALAM 3 SAMPAI 5 TAHUN BELAKANGAN INI FENOMENA ANJING RAS (doberman, herder, buldog, pudel, bahkan rottweiler) dan beberapa jenis kucing ras (anggora)  telah banyak mewarnai dunia hewan kesayangan di PULAU SUMBA, bahkan selalu dan sering menghiasi beranda beranda Facebook. Keberadaan hewan hewan ini mengindikasikan bahwa ada pemasukan HEWAN PENULAR RABIES (HPR) anjing/kucing di Pulau Sumba, karena sebelumnya di Sumba tidak pernah ada anjing ataupun kucing RAS, adanya hanya anjing dan kucing LOKAL. UNTUK DIKETAHUI BAHWA PULAU PULAU DI KAWASAN BALI DAN NUSA TENGGARA YANG MASIH BEBAS DARI PENYAKIT RABIES ADALAH PULAU SUMBA,TIMOR, SABU, ROTE DAN ALOR. Karena itu DILARANG KERAS MEMBAWA MASUK HEWAN HEWAN PENULAR RABIES (anjing, kucing, kera) KE DAERAH BEBAS TERMASUK PULAU SUMBA.  (Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1096/kpts/TN.120/10/1999 tentang pemasukan anjing, kucing, kera dan hewan sebangsanya ke wilayah/daerah bebas rabies di Indonesia)

HAL yang perlu DIKETAHUI DAN DIINGAT bahwa pemeliharaan anjing dan kucing di Pulau Sumba dilakukan dengan cara dibiarkan LIARKAN ALIAS BEBAS BERKELIARAN KE MANA-MANA. DIKUATIRKAN apabila suatu waktu terjadi WABAH RABIES DI PULAU SUMBA, maka situasi ini akan menjadi sangat rumit dalam pengendalian dan pemberantasannya terutama bila dikaitkan dengan filosofi hidup orang sumba yang hampir tidak bisa dipisahkan dari anjing (bongga ole urra). 

KALAU KITA MENCINTAI PULAU  SUMBA DAN KELUARGA KITA, mari kita sama2 MENCEGAH dengan tidak IKUT memasukkan dan membiarkan masuk ke pulau sumba HPR (ANJING, KUCING, KERA DAN SEBANGSANYA) serta bersama-sama kita MENGAWASI, MELARANG DAN MELAPORKAN jika pemasukan Hewan-hewan dimaksud ke Pulau sumba (baik melalui pelabuhan laut maupun melalui pelabuhan udara).

HARUS DISADARI DAN DIAKUI, bahwa dengan berkembangnya teknologi informasi, komunikasi dan perhubungan laut/udara, barbagai modus dan upaya untuk menyelundupkan hewan2 tersebut menjadi sangat mungkin KAPASITAS PENGAWASAN PETUGAS PETUGAS PEMERINTAH  PADA SETIAP PINTU MASUK  SANGATLAH TERBATAS, PERLU DUKUNGAN SELURUH STAKEHOLDER  untuk melaksanakannya. INTEGRITAS dan KOMITMEN APARATUR PENGAWASPUN MENJADI PENENTU UTAMA DALAM PENCEGAHAN.


HAL ini PERLU KITA KETAHUI dan sadari sejak Sekarang, agar SUATU SAAT KITA TIDAK SALING MENYALAHKAN. 


SUMBA INI PUNYA SAYA, SUMBA INI PUNYAMU, SUMBA INI PUNYA KITA BERSAMA. 

Semoga 🙏 


Tulisan drh. Oktavianus Dapadeda, M.Si (Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Sumba Barat Daya)

sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=703562807173665&id=100025598554243 

foto: https://disnakkeswansbd.blogspot.com/2020/08/menjaga-pulau-sumba-tetap-bebas-rabies.html  

Baca juga !  

Menjaga Pulau Sumba Tetap Bebas Rabies